Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Ketumbar

Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Ketumbar

Tanaman ketumbar adalah tanaman jenis rempah yang salah satu manfaatnya sebagai penambah cita rasa masakan. Maka dari itu, tanaman ini dibudidayakan dengan serius oleh petani dan pekebun di Indonesia.

Namun hati-hati jangan sampai tertukar dengan merica yang memiliki bentuk dan tekstur yang sama. Pastikan jika yang dipasang pada masakan adalah merica atau ketumbar.

Salah satu perbedaan antara ketumbar dengan merica terletak pada bau atau aromanya. Jika ketumbar memiliki aroma yang segar sedangkan merica memiliki bau yang terkesan pedas.

Nah, pada artikel di bawah ini akan dijelaskan tentang klasifikasi dan morfologi tanaman ketumbar. Sebuah penjelasan yang terkait dengan ciri-ciri tanaman rempah yang juga khas di nusantara ini. Berikut penjelasannya:

Klasifikasi Tanaman Ketumbar

Tanaman ketumbar adalah tanaman yang bisa tumbuh dengan subur tanpa bergantung pada countur tanah. Selama unsur hara dan mineral tanah bagus, maka tanaman rempah ini bisa ditanam di sana dan akan berkembang dengan baik.

Maka dari itu, tanaman ini tidak hanya dibudidayakan di dataran rendah saja, tetapi di dataran tinggi juga cocok dan ideal. Bahkan ada beberapa masyarakat yang menanam ketumbar di dataran tinggi mencapai 2000 mdpl.

Tak hanya itu, tanaman ini juga cepat matang sehingga panen tidak membutuhkan waktu lama. Normalnya tanaman ketumbar sudah bisa dipetik jika usia penanaman mencapai 3-4 bulan.

Tanaman ketumbar bukan tumbuhan asli Indonesia melainkan dari daratan Eropa. Terutama daerah di sepanjang Laut Kaspia yang masih masuk kawasan Eropa Selatan.

Tanaman ketumbar adalah jenis tanaman semak yang masuk kategori kingdom plantae. Sedangkan sub kingdom-nya berjenis tumbuhan berpembuluh yang disebut tracheobionta.

Karena tanaman ketumbar adalah tumbuhan yang menghasilkan biji, maka super divisinya berjenis spermatopyta. Sedangkan sebagai tanaman yang juga memiliki bunga maka ketumbar dianggap memiliki sifat tumbuhan berbunga yang disebut magnoliopyta.

Untuk kelasnya adalah magnoliopsida karena tanaman ketumbar adalah tumbuhan berkeping dua atau tumbuhan nikotil. Sub kelasnya sangat sederhana yaitu kelas rosidae.

Tanaman ketumbar adalah spesies coriandrum sativum dari golongan genus coriandrum. Ini termasuk ke dalam keluarga apiaceae yang masih masuk ke dalam kelas ordo apiales.

Jika dilihat dari klasifikasi khusus di atas, maka tanaman ketumbar di sebut tanaman semak yang tidak lahir dari spesies baru. Maka dari itu, banyak ahli yang mampu mengategorikan klasifikasi maupun morfologi-nya dengan mudah.

Baca Juga : Cara Mencangkok Tanaman Jambu

Morfologi Tanaman Ketumbar

Selain memiliki klasifikasi yang unik, tanaman ketumbar juga memiliki ciri-ciri tanaman yang lebih detail yang disebut morfologi. Nah, di bawah ini akan dijelaskan tentang ciri-ciri tersebut. Berikut penjelasannya:

1. Morfologi Akar

Tanaman ketumbar memiliki akar berjenis akar tunggang. Biasanya akar ketumbar berbentuk bulat dengan tekstur kasar dan alot.

Jika dilihat sekilas, akar terlihat bercabang dengan ukuran yang sangat kecil. Akar-akar berwarna putih pucat inilah yang menunjang tanaman tetap hidup. Karena fungsinya ialah menyerap unsur hara tanah dan air untuk nutrisi tanaman.

2. Morfologi Batang

Tanaman ketumbar memiliki jenis batang yang sangat unik. Jika dilihat dari teksturnya memang tidak berkayu, akan tetapi batang tanaman ini justru memiliki penampang yang berlubang.

Bahkan alur batang sangat jelas sehingga terlihat begitu kokoh dan kuat layaknya batang berkayu. Untuk percabangannya bersifat dikotomi dengan keunikan yang tidak kalah elegan. Karena jika cabang ini diremukkan akan tercium aroma yang wangi.

3. Morfologi Daun

Penjelasan tentang morfologi tanaman ketumbar yang berikutnya tentang ciri-ciri daun. Yang mana tanaman ini memiliki daun berkarakter majemuk dengan bentuk yang unik.

Sebagian besar daun tanaman ketumbar memiliki daun berbentuk payung bersusun. Sedangkan jika diraba pada bagian tepiannya, terasa bergerigi namun tidak lancip dan tidak berduri.

Sebagian besar daun tanaman ketumbar memiliki dua varian warna. Yang pertama adalah daun berwarna putih dan pada spesies lain juga ada yang daunnya berwarna merah pucat.

4. Morfologi Bunga

Tanaman ketumbar memiliki bunga berkarakter majemuk yang juga seperti payung namun tidak bersusun. Bunga-bunga tanaman ini akan melekat pada ujung tangkai yang berukuran berkisar antara 2-10 cm.

Seperti tanaman semak yang lainnya, tanaman ketumbar juga memiliki daun pembalut bunga. Namun ukurannya sangat kecil hanya berkisar beberapa mili meter saja.

Sebagian besar tanaman ketumbar memiliki mahkota bunga. Warnanya ada dua varian yaitu merah pucat dan merah muda. Jika dilihat dari kemekaran bunga yang mencapai panjang 3-4 mm maka mahkota bunga tanaman ketumbar nyaris tidak terlihat.

5. Morfologi Buah

Buah tanaman ketumbar berwarna hijau dengan bentuk bulat sempurna. Namun jika buah sudah besar, biasanya warnanya berubah menjadi kecokelatan. Untuk ukurannya tidak terlalu besar hanya berdiameter kira-kira 4-5 mili meter saja.

Biasanya ketika buah sudah matang akan rontok dari tangkainya. Hal ini disebabkan oleh kekuatan lekatnya yang sudah tidak ideal sehingga mudah terlepas dan jatuh begitu saja.

Itulah penjelasan singkat tentang klasifikasi dan morfologi tanaman ketumbar. Tumbuhan rempah-rempah yang dibutuhkan masyarakat untuk dijadikan sebagai bumbu masakan.

Demikianlah yang bisa saya sampaikan mengenai Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Ketumbar. Semoga bermanfaat.

Baca Juga : Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Hias Asoka

Tinggalkan komentar